Momentum HPN, Rusdi Mastura: Pers Itu Teman, Harus Siap Dikritik, Jangan Hanya Suka Dipuji

Bagikan Via:

PALU, MEDULA.id – Bertepatan dengan momentum Hari Pers Nasional (HPN) yang diperingati setiap 9 Februari, mantan Gubernur Sulawesi Tengah periode 2021–2024, Rusdi Mastura, menyampaikan pandangannya tentang peran pers dalam kehidupan demokrasi.

Dilansir dari Kailipost.com, Menariknya, HPN hanya berselisih satu hari dengan hari ulang tahunnya yang ke-76 pada 8 Februari 2026. Hal itu diungkapkannya saat acara syukuran sederhana di Sangganipa Beach, Kabupaten Donggala.

“Iya, selisih sehari. Jadi selalu saya ingat,” ujar Rusdi Mastura yang akrab disapa Cudy.

Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan bahwa pers merupakan bagian penting dalam perjalanan seorang pejabat publik. Baginya, media bukan sekadar peliput kegiatan seremonial, melainkan mitra kritis yang berperan dalam mengawal kebijakan dan jalannya pemerintahan.

“Pers itu teman. Kadang seiring, kadang mengkritik. Bisa juga jadi teman debat. Saya malah malas baca kalau beritanya cuma banyak ‘ditende’ saja,” katanya, menggunakan istilah bahasa Kaili yang berarti pujian berlebihan.

Cudy mengenang pengalamannya sejak menjabat sebagai Wali Kota Palu. Ia mengaku tidak alergi terhadap kritik. Bahkan, menurutnya, kritik media justru membantu dirinya memahami kondisi riil di lapangan.

“Saya justru cari dulu berita yang mengkritik kinerja pemerintah. Dari situ kita tahu di mana kekurangan. Itu membantu,” ungkapnya.

Ia juga mengakui bahwa perdebatan dengan wartawan adalah hal biasa dalam dinamika demokrasi. Adu argumentasi, menurutnya, merupakan bagian dari proses penyempurnaan kebijakan, bukan sesuatu yang harus dihindari.

Sebaliknya, ia kurang tertarik membaca berita yang hanya menonjolkan sisi seremonial atau berisi pujian semata tanpa substansi. Menurutnya, sikap pejabat yang marah atau tersinggung terhadap kritik pers adalah kekeliruan besar.

“Pejabat itu mengelola uang rakyat. Pers adalah elemen demokrasi yang mengawasi. Bagus kalau diawasi supaya tidak salah. Kenapa harus takut diawasi?” tegasnya.

Ia menilai, kehadiran pers sebagai pilar demokrasi sangat penting dalam menjaga transparansi, akuntabilitas, dan keseimbangan kekuasaan. Tanpa fungsi kontrol dari media, potensi penyimpangan justru semakin besar.

Menutup pernyataannya, Rusdi Mastura menyampaikan ucapan selamat Hari Pers Nasional kepada seluruh insan pers di Indonesia. Ia berharap pers tetap menjadi penyeimbang, pengawal kebenaran, serta penjaga nilai-nilai demokrasi di tengah tantangan zaman.

“Selamat Hari Pers Nasional. Semoga pers selalu menjadi penyeimbang dan penjaga demokrasi di Indonesia yang maju,” tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *