Revitalisasi Terminal Lelean Nono Tolitoli sebagai Upaya Optimalisasi Pelayanan Transportasi Darat dan Penguatan Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Bagikan Via:

Oleh : RAHDIFIAL, S.E., M.Si.

TOLI-TOLI, MEDULA.id – Pemerintah Provinsi sulawesi Tengah terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan transportasi darat sebagai bagian dari upaya mendukung mobilitas masyarakat, meningkatkan konektivitas wilayah, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Salah satu langkah strategis yang direncanakan adalah pelaksanaan program revitalisasi Terminal Lelean Nono di Kabupaten Tolitoli.

Terminal penumpang merupakan salah satu prasarana transportasi jalan yang memiliki peran penting dalam sistem transportasi darat. Terminal berfungsi sebagai tempat menaikkan dan menurunkan penumpang, mengatur kedatangan dan keberangkatan kendaraan umum, serta menjadi titik perpindahan antar moda maupun antarmoda transportasi. Selain itu, terminal juga berfungsi sebagai pusat pendataan operasional angkutan umum dan tempat dilaksanakannya pemeriksaan terhadap kelaikan kendaraan umum.

Sesuai dengan ketentuan Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Terminal Penumpang Angkutan Jalan, terminal penumpang harus dilengkapi dengan berbagai fasilitas utama, antara lain jalur kedatangan dan keberangkatan kendaraan, ruang tunggu penumpang, area pengantar dan penjemput, tempat naik turun penumpang, tempat parkir kendaraan, fasilitas pengelolaan lingkungan hidup, media informasi, kantor penyelenggara terminal, serta loket penjualan tiket.

Namun demikian, kondisi terminal bus di berbagai daerah di Indonesia secara umum masih belum berfungsi secara optimal, termasuk Terminal Lelean Nono Tolitoli. Berdasarkan hasil identifikasi permasalahan yang dilakukan oleh Dinas Perhubungan Provinsi Sulawesi Tengah, aktivitas operasional di terminal tersebut mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini ditandai dengan menurunnya aktivitas pelaku usaha Perusahaan Otobus (PO) serta berkurangnya jumlah penumpang yang menggunakan jasa transportasi darat melalui terminal tersebut.

Data yang bersumber dari Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) dan data Dinas Perhubungan Provinsi Sulawesi Tengah menunjukkan bahwa dalam kurun waktu tiga tahun terakhir terjadi tren penurunan jumlah penumpang transportasi darat. Kondisi tersebut mengindikasikan adanya penurunan minat masyarakat terhadap penggunaan transportasi darat yang beroperasi melalui terminal.

Beberapa faktor yang menjadi penyebab utama kondisi tersebut antara lain:

  1. Sarana dan prasarana terminal yang belum memadai;
  2. Kualitas pelayanan terminal yang belum optimal;
  3. Lokasi terminal yang dinilai kurang strategis;
  4. Keterbatasan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi teknis dalam pengelolaan terminal.

Apabila kondisi ini tidak segera ditangani secara tepat, maka dikhawatirkan akan berdampak pada semakin menurunnya fungsi terminal sebagai simpul transportasi darat, serta berpotensi menghambat mobilitas masyarakat dan aktivitas perekonomian di wilayah Kabupaten Tolitoli.

Dalam rangka mengatasi permasalahan tersebut, telah dilakukan kajian kebijakan dengan mempertimbangkan beberapa alternatif solusi, yaitu:

  1. Revitalisasi terminal dengan menghidupkan kembali fungsi terminal;
  2. Pembangunan terminal baru di lokasi yang lebih strategis;
  3. Kerja sama dengan pihak swasta dalam pengelolaan terminal.

Berdasarkan hasil analisis terhadap beberapa kriteria penilaian, yaitu efektivitas (40%), kemudahan pelaksanaan atau usability (30%), serta dampak kebijakan atau impactfulness (30%), maka program revitalisasi terminal memperoleh nilai tertinggi dibandingkan dengan alternatif kebijakan lainnya. Oleh karena itu, program revitalisasi terminal ditetapkan sebagai rekomendasi kebijakan yang paling tepat untuk dilaksanakan.

Program revitalisasi ini bertujuan untuk menghidupkan kembali fungsi Terminal Lelean Nono Tolitoli sebagai pusat pelayanan transportasi darat yang modern, nyaman, aman, serta mampu memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat.

Adapun beberapa strategi yang akan dilaksanakan dalam program revitalisasi terminal tersebut antara lain:

  1. Melakukan pembangunan dan pemeliharaan sarana serta prasarana terminal sesuai dengan standar pelayanan yang diamanatkan dalam regulasi Kementerian Perhubungan;
  2. Menempatkan aparatur sipil negara (ASN) yang memiliki kompetensi teknis dan profesional dalam pengelolaan terminal;
  3. Mengembangkan konsep terminal yang ramah lingkungan melalui penerapan konsep Green Building, yang dilengkapi dengan ruang terbuka hijau bernuansa taman dan alam;
  4. Menyediakan ruang publik yang ramah anak, termasuk fasilitas area bermain anak;
  5. Mengembangkan fasilitas penunjang aktivitas ekonomi masyarakat, seperti area komersial bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), pusat kuliner, pelayanan publik, hotel, pusat perbelanjaan atau supermarket, serta fasilitas layanan perbankan.

Melalui implementasi program revitalisasi ini diharapkan Terminal Lelean Nono Tolitoli dapat kembali berfungsi secara optimal sebagai simpul transportasi darat yang terintegrasi, meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, serta memberikan dampak positif terhadap peningkatan aktivitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di wilayah Kabupaten Tolitoli dan sekitarnya.

Program ini juga menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam mewujudkan sistem transportasi darat yang aman, nyaman, berkelanjutan, dan berorientasi pada pelayanan publik yang berkualitas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *