Sigi, Medula.id – Kesehatan mental memiliki arti penting dalam kehidupan seseorang, dengan mental yang sehat maka seseorang dapat melakukan aktifitas sebagai mahluk hidup. Kondisi mental yang sehat akan membantu perkembangan seseorang kearah yang lebih baik dimasa mendatang (Adityawarman, 2010). Data survei yang dilakukan oleh World Health Organization WHO (2011) menunjukkan bahwa 20% remaja mengalami masalah kesehatan mental khususnya kecemasan dan depresi. Masalah kesehatan mental yang banyak dialami remaja adalah masalah pertemanan. Menurut (Rohman & Mugiarso, 2016) masalah pertemanan adalah ketidak mampuan remaja dalam menjalin relasi pertemanan yang baik dengan teman sebayanya.
Ditambah lagi menurut Jhon W. Santrock (2003) menyebutkan bahwa masa remaja merupakan masa tahap transisi dari masa kanak-kanak menuju tahap yang lebih diatas masa dewasa di iringi dengan adanya perubahan pada kognitif, biologis, social dan emosional. Di masa remaja kesehatan mental adalah aspek penting yang memengaruhi perkembangan mereka secara keseluruhan. Oleh karena itu sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang peduli dan dapat mendukung pada kesehatan mental, tidak hanya disekolah tetapi juga di rumah dan di lingkungan sosial peserta didik. Dengan mengedukasi tentang kesehatan mental, mengurangi stigma dan memgetahui layanan informasi yang dapat membantu mengatasi tantangan permasalah yang di hadapi.
Tanggal 10 Oktober diperingati sebagai Hari Kesehatan Mental Sedunia, dalam memperingati Hari Kesehatan Mental Sedunia, Bincang Psikologi bekerjasama dengan Sekolah Sukma Banga Sigi melaksanakan kegiatan World Mental Health Day dengan tema “Let’s Care For Our Mental Health”. Kegiatan ini diadakan di Sekolah Sukma Bangsa Sigi pada Kamis, (10/10) dan dihadiri oleh seluruh siswa Sekolah Sukma Bangsa Sigi.
Tujuan kegiatan ini adalah untuk mengedukasi peserta didik pentingnya mengenal kesehatan mental dengan meningkatkan pengetahuan kepada peserta didik untuk selalu berupaya mengatasi tantangan kesehatan mental. Kesehatan mental yang baik akan dapat meningkatkan kesehatan, kesejahteraan emosional, pembelajaran dan prestasi akademik siswa. Melalui seminar kesehatan mental, sekolah dapat memerangi stigma kesehatan mental dan mitos umum. Siswa dapat belajar tentang cara meningkatkan kesehatan mental mereka, tanda-tanda gangguan kesehatan mental, dan ke mana harus mencari bantuan saat mereka membutuhkannya.
Bentuk kegiatannya berupa penyampaian materi, diskusi, dan tanya jawab antar pemateri dan peserta. Ada beberapa hal yang dibahas dalam materi tersebut ialah mengenai Definisi, penyebab dan dampak kesehatan mental terhadap siswa, Stigma tentang seputar kesehatan mental dan cara mengatasinya, Mengelola stress, kecemasan dan mengelola emosi. Adapun materi mengenai Kesehatan Mental disampaikan oleh Reza Malik Akbar selaku CEO Bincang Psikologi, Layanan Kesehatan Mental yang bebasis di Kota Palu, Sulawesi Tengah.
Dalam penyampaiannya, ia memberikan pemahaman pada siswa tentang macam-macam gangguan mental serta dampaknya, “yang pertama ada gangguan kecemasan, ada gangguan depresi mayor, gangguan perilaku, PTSD (Post Traumatic Stress Disorder), ADHD. Terlebih dahulu saya ingin menjelaskan tentang gangguan kecemasan seperti mual-mual, sakit perut jika cemas, itu sebutannya reaksi psikis yang dikeluarkan melalui reaksi fisiknya teman-teman. Ketika mentalnya kita tertekan, reaksi fisiknya bakal ada. Misalnya kalo kita disuruh presentasi didepan sama guru pasti takut kan, takut salah, takut ditertawai teman, pada akhirnya muncullah reaksi fisik tersebut karena kita cemas.” Ujar Reza, CEO Bincang Psikologi. Harapannya, pada Hari Kesehatan Mental Sedunia, siswa ataupun Peserta memiliki pengetahuan dan keterampilan tentang bagaimana cara mengenali kesehatan mental dan menjaga kesehatan mental.

