PALU, MEDULA.ID – Kegiatan rekonstruksi pembacaan Maklumat 6 Mei 1950 serta dialog informal sejarah Kota Palu digelar sebagai upaya menghidupkan kembali ingatan kolektif masyarakat terhadap peristiwa penting dalam sejarah daerah.
Kegiatan yang berlangsung di Gedung Juang, Palu ini diselenggarakan oleh Komunitas Historia Sulawesi Tengah bersama For Kailita Pandapa dan Pue Nggari Center, serta dihadiri oleh tokoh adat, pemerhati sejarah, serta pelajar yang antusias mengikuti rangkaian acara.
Pembacaan Maklumat 6 Mei 1950 yang menjadi pembuka kegiatan dilakukan oleh Mulyadin Malik, Kepala Badan Pengembangan Informasi Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal RI (Kemendesa, PDT) yang juga baru dilantik sebagai Wakil Ketua Forum Komunikasi Pemangku Adat (FKPA) Sulawesi Tengah.
Salah satu pemantik dialog dari Komunitas Historia Sulawesi Tengah, Jefri, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mengingatkan kembali masyarakat terhadap momen sejarah yang mulai terlupakan.
[6:10 am, 7/5/2026] Nur Fatiha KPI UIN: “Di Sulawesi Tengah, khususnya Palu, banyak momen sejarah yang tidak lagi diingat karena tidak dirayakan dan hanya tersimpan dalam buku teks sejarah. Jadi harapannya, dengan kegiatan seperti ini, orang-orang yang tidak mendapatkan bacaan sejarah secara tekstual, bisa belajar sejarah secara kontekstual,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Maklumat 6 Mei 1950 merupakan momentum ketika wilayah Palu, Sigi, dan Kulawi melepaskan diri dari Negara Indonesia Timur (NIT) dan bergabung kembali dengan Republik Indonesia.
Selain itu, kegiatan ini juga dihadiri oleh Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid, yang memberikan sambutan serta dukungan terhadap upaya pelestarian sejarah lokal.
“Hal ini akan ditindaklanjuti oleh pemerintah untuk dimasukkan dalam inisiasi Rencana Peraturan Daerah Kota Palu, untuk menjadikan Maklumat 6 Mei 1950 sebagai sebuah peringatan yang wajib diperingati oleh masyarakat,” ujar Hadianto.
Ia juga menekankan pentingnya momentum tersebut sebagai refleksi sejarah serta upaya menjaga kebersamaan dan pluralisme di tengah masyarakat.
