Banjir Rendam 80 Rumah Terdampak di Tawaeli dan Empat Desa Terendam

Bagikan Via:

PALU, MEDULA.id – Hujan deras yang mengguyur wilayah Sulawesi Tengah sejak Minggu (11/1/2026) menyebabkan banjir di sejumlah titik pada wilayah perbatasan Kota Palu dan Kabupaten Donggala. Hingga Senin (12/1/2026), tercatat dua wilayah utama terdampak, yakni empat desa di Kabupaten Donggala dan dua kelurahan di Kecamatan Tawaeli, Kota Palu.

Dilansir dari Kailipost.com, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palu, Fresly Tampubolon, mengungkapkan bahwa banjir yang terjadi di Kota Palu merupakan banjir genangan, bukan banjir bandang. Sebanyak sekitar 80 rumah warga terdampak di Kelurahan Baiya dan Pantoloan.

“Banjir berupa genangan air yang merendam permukiman warga. Tidak ada laporan banjir bandang,” kata Fresly kepada RRI Palu, Senin pagi.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik (Kominfo Santik) Kota Palu menyampaikan bahwa Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid, telah turun langsung ke lokasi terdampak untuk meninjau kondisi warga. Wali Kota juga memerintahkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait agar bergerak cepat melakukan penanganan dan aksi nyata di lapangan.

Sementara itu, di wilayah Kabupaten Donggala, Pelaksana Tugas Kepala BPBD Prov. Sulawesi Tengah, Asbudianto, menyebutkan bahwa banjir melanda empat desa di Kecamatan Tanantovea, yakni Desa Wani 1, Wani 2, Wani 3, dan Desa Wani Lumbumpetigo. Banjir terjadi sekitar pukul 11.35 WITA akibat meningkatnya debit air sungai yang meluap setelah hujan deras sejak pagi hari.

“Curah hujan yang tinggi menyebabkan debit air sungai meningkat signifikan hingga meluap ke permukiman warga dan merusak pondasi dudukan jembatan,” ujar Asbudianto.

Ia menambahkan, di Desa Wani 1, banjir dilaporkan menghanyutkan tiga unit rumah warga. Sementara di Desa Wani 2, tim BPBD masih melakukan pendataan untuk mengetahui jumlah pasti rumah dan fasilitas yang terdampak.

Adapun di Desa Wani 3, satu unit rumah warga terdampak banjir, serta jembatan penghubung menuju Desa Labuan Kungguma terputus, sehingga akses antarwilayah tidak dapat dilalui. Desa Wani Lumbumpetigo juga tercatat sebagai wilayah terdampak dan masih dalam tahap pendataan lanjutan.

Hingga laporan ini disusun, tidak terdapat korban jiwa. Sebagian warga memilih mengungsi secara mandiri ke tempat yang dianggap aman. Tim Reaksi Cepat (TRC) dan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (PUSDALOPS) BPBD Kabupaten Donggala bersama BPBD Provinsi Sulawesi Tengah telah diterjunkan untuk melakukan assessment dan kaji cepat, guna mengetahui dampak kerusakan serta kebutuhan mendesak warga terdampak.

Pemerintah daerah mengimbau masyarakat untuk tetap waspada mengingat potensi hujan masih dapat terjadi di wilayah Sulawesi Tengah dalam beberapa hari ke depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *