SIGI, MEDULA.id – PT PLN (Persero) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung ketangguhan masyarakat melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Kali ini, program tersebut diwujudkan melalui kegiatan penguatan kesiapsiagaan bencana banjir bandang di Desa Rogo, Kecamatan Dolo Selatan, Kabupaten Sigi.
Program yang dilaksanakan oleh PLN Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Palu bekerja sama dengan Rumah Dua Jari ini bertujuan meningkatkan kapasitas dan kesiapan masyarakat dalam menghadapi potensi banjir bandang, mengingat Desa Rogo berada di wilayah yang dilintasi Daerah Aliran Sungai (DAS) yang rawan bencana. Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari manajemen PLN dan turut dihadiri oleh Senior Manager Keuangan, Komunikasi, dan Umum PLN UIP3B Sulawesi.
Rangkaian kegiatan diawali dengan Focus Group Discussion (FGD) Kesiapsiagaan Bencana yang dilaksanakan di Balai Desa Rogo pada Selasa, 10 Februari 2026. Diskusi ini menghadirkan narasumber dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sigi serta diikuti oleh Pemerintah Desa, Kelompok Siaga Bencana (KSB), Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB), Karang Taruna, serta perwakilan masyarakat dari berbagai dusun.
Dalam pemaparannya, perwakilan BPBD Kabupaten Sigi, Sri Idawati, menjelaskan berbagai potensi ancaman bencana di wilayah Kabupaten Sigi, khususnya di Desa Rogo. Ia juga menekankan pentingnya pemahaman masyarakat terhadap standar operasional prosedur (SOP) kebencanaan agar masyarakat dapat merespons situasi darurat secara tepat dan cepat.
Materi kemudian dilanjutkan oleh Abraham Neil yang menjelaskan pemetaan jalur evakuasi aman, pembagian peran masyarakat ketika kondisi darurat terjadi, serta mekanisme koordinasi yang perlu dilakukan saat bencana berlangsung.
Tidak hanya melalui diskusi, peningkatan kapasitas masyarakat juga dilakukan melalui simulasi tanggap darurat banjir bandang yang dilaksanakan di halaman SD Negeri Rogo pada Minggu, 15 Februari 2026. Simulasi tersebut melibatkan berbagai unsur masyarakat desa, mulai dari Pemerintah Desa, KSB, FPRB, Karang Taruna, PKK, hingga warga dari empat dusun di Desa Rogo.
Simulasi dipandu oleh Ketua FPRB Desa Rogo, Herman, yang memberikan arahan mengenai prosedur evakuasi serta praktik pemasangan tenda darurat sebagai bagian dari penanganan awal di lokasi pengungsian.
Sebagai bentuk dukungan terhadap kesiapsiagaan di tingkat desa, program ini juga dilengkapi dengan penyerahan berbagai sarana kebencanaan kepada Pemerintah Desa dan Kelompok Siaga Bencana Rogo. Peralatan yang diserahkan meliputi tenda siaga bencana, sirine peringatan dini, lampu darurat, senter dan headlamp, tali karmantel, life jacket, handy talky (HT), megaphone, tandu lipat, sepatu boot, helm keselamatan, terpal, perlengkapan kerja lapangan, serta emergency kit dan perlengkapan pertolongan pertama (P3K).
Penyerahan sarana tersebut dilaksanakan dalam kegiatan sosialisasi yang berlangsung pada Rabu, 11 Februari 2026.
Selain peningkatan kapasitas dan penyediaan sarana kebencanaan, upaya pengurangan risiko bencana juga dilakukan melalui kegiatan penanaman vegetasi penguat tanah di bantaran sungai. Kegiatan ini dilaksanakan secara gotong royong oleh masyarakat selama tiga hari, mulai 9 hingga 11 Februari 2026, di tiga titik Daerah Aliran Sungai yang berada di Dusun 1, Dusun 3, dan Dusun 4.
Sebanyak 110 bibit pohon mahoni dan 200 bibit bambu ditanam melalui kerja sama dengan Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Palu–Poso dengan melibatkan masyarakat setempat.
Melalui rangkaian kegiatan ini, PLN UPT Palu bersama Rumah Dua Jari berharap masyarakat Desa Rogo semakin siap menghadapi potensi bencana banjir bandang, sekaligus memiliki kapasitas untuk melakukan langkah penyelamatan diri secara cepat, terorganisir, dan mandiri ketika bencana terjadi.
